SEJARAH DESA MRISI

Legenda Desa ( Asal usul Desa Mrisi)

Desa Mrisi merupakan salah satu desa yang memiliki alur cerita historis yang cukup unik. Namum sampai saat ini belum ada yang menyusun naskah sejarah Desa Mrisi secara detail. Sehingga alur cerita Desa Mrisi masih simpang siur belum runtut dan terpotong-potong, berikut ini adalah alur cerita dan kesaksian para sesepuh masyarakat dan beberapa catatan yang terkumpul.

Menurut cerita, Desa Mrisi dulunya dibuka sepasang suami istri, awalnya suami istri tersebut membuka wilayah kaliceret terus pindah membabat hutan atau membuka wilayah Mrisi untuk dijadikan tempat pemukiman. Pembukaan hutan ini pada masa penjajahan Belanda sekitar abad ke-16.

Perkembangan selanjutnya Desa Mrisi memiliki tiga pedukuhan yakni krajan timur, krajan barat, dan dukuh kaliceret.

Desa Mrisi dulu masuk pada wilayah kedungjati, namun setelah diadakan pemekaran pada tahun 19….. maka sejak saat itu Desa Mrisi masuk pada wilayah Kecamatan Tanggungharjo. Hingga saat ini Desa Mrisi 3 pedukuhan dengan 5 RW dan 34 RT.

 

2.1.2 Sejarah Pemerintahan Desa

Pemerintah Desa Mrisi sudah ada sejak pertama kali dibukanya atau berdirinya desa Mrisi. Tidak diketahui bagaimana sistem peperintahan saat itu awal berdirinya Desa Mrisi, namun sejarah pemerintahan Desa Mrisi bisa ditelusuri mulai tahun 1800an. Pada saat itu Desa Mrisi sudah dipimpin oleh seorang kepala Desa yang disebut Demang bernama Dipo Menggolo yang digantikan oleh Demang karto Menggolo.

Secara berurutan Kepala Desa Mrisi sampai sekarang yaitu :

  1. Demang Dipo Menggolo
  2. Demang Karto Menggolo
  3. Syachu
  4. Jumhur
  5. Mukmin
  6. M Dahlan
  7. Merto Wecono
  8. Sastro Miharjo
  9. Kartodinomo
  10. R.M. Sutikno Utomo
  11. Harjanto
  12. M. Shodiq
  13. Baedhowi
  14. Sri mulyati,SH
  15. Ahmad Ismail

Pemilihan kepala Desa secara langsung ditiru oleh rakyat, saat ini dalam menjalankan tugasnya kepala Desa mrisi dibantu oleh seorang sekdes (carik) dan lima kepala urusan (bayan) 3 kepala Dusun (kamituwa/bekel) juga ada anggota legislative desa yaitu BPD dan LKMD yang sekarang dirubah menjadi LPMD.

 

2.1.3  Sejarah pembangunan Desa Mrisi

Pada awalnya Desa Mrisi adalah merupakan hamparan sawah,tegal,semak belukar dan hutan perbukitan.Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, maka berangsur – angsur hutan dan tegalan dibabat dan dijadikan pemukiman dan areal pertanian.  Demikian juga dengan fasilitas umum mulai dibangun untuk mendukung aktifitas kehidupan sehari-hari oleh para penduduk.

Salah satu fasilitas umum yang pertama kali dibangun diantaranya masjid di Desa mrisi, Rumah Sakit Kristen yang dibangun oleh belanda di dukuh kaliceret. Fasilitas lainya adalah jalan yang menghubungkan desa Mrisi dengan desa–desa lain disekitarnya. Bangunan lainya yaitu gereja, balai desa, madrasah, Pintu air karoteng, sekolah dasar, jaringan listrik tenaga diesel. Jaringan listrik tenaga diesel kemudian tidak difungsikan lagi dan digantikan PLN (pembangkit Listrik Negara) tahun 1986.

Di bidang pendidikan, sarana pendidikan baru dikembangkan pada tahun 1972an yaitu dengan dibangunya gedung SD Negri Mrisi yang sampai saat ini di desa Mrisi terdapat satu Madrasah diniyah, tiga SD negri Mrisi dan satu SD Kristen dan empat Taman Kanak-kanak.

Melalui PNPM mandiri /PPK telah diadakan rehab gedung TK Mrisi timur tahun 2007,TK Mrisi barat rehab tahun 2008 dan jalan lingkar kaliceret dibangun tahun 2008. selain itu pengaspalan jalan lingkar desa pada tahun 2004 sampai dengan 2006,tahun 2009 TK mrisi tengah direhab, pembangunan saluran irigasi perbatasan Mrisi-Kapung.

Tahun 2010 dan tahun 2011 dibangun gedung posyandu di kaliceret, tahun 2012 pembangunan saluran irigasi Ngemplik. Serta tahun 2013 dibangun jalan depan kantor Desa ke utara, serta pada tahun 2014 ini akan dibangun jalan rabat beton di RT.04 RW.02 juga ada pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi untuk kambing.